KISAH YUSENIE (53)

 

Selalu Ada Pertolongan, Bersyukur 100% Sel Tumor Terangkat

 

Di awal Januari 2016, Yusenie (53) ibu guru di Palangkaraya ini secara tiba-tiba pingsan pada jam 3 dini hari, putranya Andri yang
seorang dokter segera membawanya untuk dirawat ke Rumah Sakit terdekat, namun dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan
penyakit kecuali akibat kelelahan. Memang selama lebih dari sepuluh tahun ia sering merasa pusing yang tak kunjung sembuh
bahkan sesekali merasa gemetaran.


Dr. Andri Yogi Putra, anak kedua dari ibu Yusenie ini merasa perlu dan mengajak sang ibu ke RS untuk memeriksa lebih jauh
dengan pemeriksaan CT Scan pada otaknya, dan barulah diketahui ternyata ada tumor di kepala ibundanya, ternyata keluhan
pusing yang dikira wajar karena dianggap faktor usia merupakan indikasi bersarangnya tumor di kepala ibu empat anak ini.


Sedih dan ketakutan mewarnai hari-hari Ibu Yusenie dan keluarga saat itu, pada bulan
Februari 2016 berangkatlah mencari pengobatan ke Ibukota dan dokter menyampaikan
agar tumor segera diangkat. Namun bukan hal mudah bagi Ibu Yusenie dan keluarga
untuk memutuskan bertarung di meja operasi. Ada ketakutan dan kekhawatiran
terhadap resiko yang ditimbulkan, apalagi ada kemungkinan tumor tidak bisa diambil
secara total. Kembali pulang ke Palangkaraya guna mengumpulkan tekad dan
berpikir lagi untuk operasi, Ibu Yusenie mencoba berbagai alternatif pengobatan
herbal.

Selama sakit beliau absen total mengajar, di rumah beristirahat didampingi putri
ketiganya yang juga memilih resign dari pekerjaannya untuk menemani sang ibu
melawan sakitnya. Masih di bulan yang sama dr. Andri mendapat referensi untuk
bertemu spesialis tumor otak dr. Agus Chaerul Anab, sebab dari cerita teman
sejawatnya telah banyak pasien yang atas ijin Tuhan dapat disembuhkannya. Setelah
berkonsultasi dengan mendapat penjelasan sangat gamblang, Yusenie seakan
menemukan pencerahan dan mendapatkan kepercayaan diri untuk melakukan operasi.


“Berkat Tuhan, dr. Agus Aca pada saat live operasi memberi kabar baik bahwa 100% sel
tumor telah dapat diangkat” cerita dr. Andi saat menyaksikan jalannya operasi
ibundanya melalu monitor TV dan berkomunikasi langsung dengan team dokter
yang ada di kamar operasi.“Saya senang, mamak senang, adek senang,
suami senang dan anak senang, Puji Tuhan tumor saya bisa diangkat
semua”, ucap syukur Ibu Yuseni yang berkali-kali terlontar.


Dua minggu kemudian setelah menjalani operasi, pertengahan
bulan April Yusenie telah aktif kembali mengajar dan
membaktikan dirinya sebagai abdi negara dan beraktivitas
seperti biasa, “pertolongan itu selalu ada, saya merasa tubuh
kembali sehat dan hati bahagia” imbuhnya. MG 9021

Bulletin